Cara Berinvestasi di Bisnis Real Estate di New York

Cara Berinvestasi di Bisnis Real Estate di New York

Cara Berinvestasi di Bisnis Real Estate di New York – New York merupakan salah satu kota yang menjadi pusat ekonomi Amerika Serikat. Kota New York selalu identik dengan kesibukan yang tiada henti. Selain itu, kota New York juga dipenuhi oleh banyak perkantoran dari perusahaan terkenal dunia. Universitas berkelas dunia juga menjadi salah satu pilar aktivitas di New York. Salah satu bisnis yang menjanjikan di kota New York adalah bisnis properti. Hal ini disebabkan ada banyak kebutuhan properti yang terus tumbuh di kota New York. Oleh karena itu, tak mengherankan jika banyak pengusaha properti yang berusaha memiliki aset properti di New York. Mereka ingin berinvestasi jangka panjang pada bisnis properti di New York.

Salah satu investasi di bidang properti yang menjanjikan adalah investasi di bidang konstruksi rumah. Hal ini dikarenakan semakin padatnya penduduk di New York sehingga membutuhkan banyak perumahan baru yang dibangun. Akan tetapi, lebih disarankan jika investasi di bidang konstruksi rumah lebih fokus pada perumahan baru yang akan dibangun. Mengapa? Dengan berinvestasi pada perumahan yang belum jadi, seseorang akan dapat lebih berperan aktif dalam setiap prosesnya. Di sisi lain, membangun sebuah perumahan baru lebih menjanjikan keuntungan investasi dibandingkan berivestasi pada perumahan yang telah berdiri. Oleh karena itu, pemilihan jenis bangunan yang akan diinvestasikan dalam investasi perumahan juga berdampak pada keuntungan investasi yang dijanjikan.

Jenis investasi bidang properti lain yang bisa dipilih adalah bisnis rental bangunan. Bisnis properti di bidang rental merupakan salah satu bisnis rental yang sangat menjanjikan di New York. Mengapa? Ada banyak penduduk yang tidak mampu membeli rumah di New York dikarenakan harga jual properti yang tinggi. Oleh karena itu, mereka akan lebih membutuhkan rumah yang bisa disewa setiap bulan. Sehingga, bisnis rental rumah merupakan salah satu bisnis properti yang menjanjikan di kota New York. Akan tetapi, sebelum kamu serius akan bisnis ini, akan lebih baik untuk mengerti bagaimana aturan menyewakan rumah atau bangunan. Sehingga, bisnis properti yang kamu pilih legal secara hukum.

Salah satu layanan yang dapat digunakan bagi para investor yang berasal dari anggota judi online yang ingin berinvestasi pada bisnis properti di New York adalah Real Estate Invesment Trust atau lebih dikenal sebagai REIT. Layanan ini memastikan bahwa investor mempunyai hal membeli properti yang ada di kota New York. Selain itu, REIT juga memudahkan para investor untuk dapat mengetahui situasi dan kondisi yang ada di pasar. Sehingga, para investor akan mengetahui bisnis properti seperti apa yang akan menguntungkan bagi mereka. REIT juga memungkinkan para investor memiliki akses pada properti nyata sebagaimana akses mereka pada saham yang mereka gunakan untuk bisnis properti tersebut. Selain itu, REIT juga memungkinkan bisnis properti terpengaruh atas kenaikan bunga yang mungkin terjadi. Selain REIT, para investor yang ada di New York juga dapat menggunakan jenis layanan online untuk berinvestasi pada bisnis properti di New York. Bisnis ini akan memudahkan para investor untuk mengakses perusahaan mana yang potensial dan dapat menghasilkan keuntungan investasi dengan hanya memmonitor melalui situs properti online. Hal yang perlu diperhatikan dalam menginvestasikan bisnis properti secara online adalah kredibilitas dari perusahaan yang dituju. Investor hendaknya memilih perusahaan yang telah lama berkecimpung dalam bisnis properti di New York. Sehingga, investasi mereka akan lebih aman dan lebih menguntungkan.

Menyewa atau Membeli Rumah di New York?

Menyewa atau Membeli Rumah di New York?

Menyewa atau Membeli Rumah di New York? – New York merupakan salah satu kota metropolitan tertua yang ada di Amerika Serikat. Kota ini menjadi salah satu kota pusat ekonomi baik untuk Amerika Serikat maupun dunia. Oleh karena itu, ada banyak kantor-kantor penting serta universitas berkelas dunia yang ada di New York. Hal inilah yang menyebabkan biaya hidup New York menjadi sangat tinggi. Biaya hidup yang tinggi juga berimbas pada harga properti di New York. Rata-rata harga jual di New York berkisar pada $674.000. Sementara itu, harga sewa properti berkisar mulai harga $3.600 per bulan. Tingginya harga properti yang ada di New York menimbulkan banyak pertanyaan. Salah satunya adalah mana yang lebih baik menyewa atau membeli properti di New York? Untuk menjawab pertanyaan ini diperlukan beberapa aspek yang harus diperhatikan.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan menyewa atau membeli sebuah properti di New York. Faktor yang pertama adalah tersedianya uang yang dibutuhkan. Jika kamu ingin membeli sebuah properti katakanlah rumah di New York, ada beberapa biaya yang perlu disiapkan seperti harga rumah, biaya bulanan, pajak, dan deposito yang diwajibkan oleh pemilik bangunan. Beberapa penjual rumah menetapkan pembeli untuk memiliki uang setidaknya 20% dari harga rumah yang telah disepakati. Biaya ini disebut dengan down payment. Hal ini tentu saja akan menjadi masalah bagi orang-orang yang tidak memilki uang yang cukup banyak. Apalagi mengingat jika New York merupakan salah satu kota dengan harga jual properti yang sangat mahal. Selain itu, calon pembeli juga harus memiliki dana yang digunakan untuk menutup akun yang sering disebut dengan account closing costs. Dana menutup akun ini juga sangat banyak.

Jika seorang calon pembeli merasa keberatan dengan tingginya nilai down payment yang harus dibayarkan, mereka bisa mengajukan permohonan keringananan kepada lembaga Federal Housing Administration (FHA). Lembaga ini akan menurunkan persen down payment yang harus dibayarkan. Akan tetapi, hal yang perlu diingat adalah sebuah properti yang dijual dengan nilai down payment yang rendah biasanya memiliki suku bunga yang tinggi. Selain itu, properti seperti itu juga memiliki cicilan bulanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan properti yang dijual dengan down payment tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut, ada program layanan yang disebut sebagai Down Payment Assistance Program. Layanan ini dapat memberikan keringanan pada calon pembeli dengan memberikan down payment yang rendah, cicilan bulanan rendah, dan suku bunga yang rendah. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang perlu dipenuhi oleh calon pembeli yaitu pembeli haruslah menjadi pembeli pertama dari rumah yang baru saja dibangun, bersedia tinggal di rumah tersebut selama sepuluh tahun, dll. Oleh karena itu, ada banyak masalah keuangan yang harus diperhatikan.

Selain masalah keuangan, hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli rumah adalah lama waktu yang diperlukan agar manfaat membeli rumah menjadi lebih besar dibandingan menyewa rumah. Lama waktu ini sering disebut dengan tipping point. Faktor yang mempengaruhi besarnya tipping point adalah harga rumah, kondisi lingkungan sekitar, serta faktor ekonomi lainnya. Semakin mahal rumah yang kamu beli, maka akan semakin lama pula waktu yang diperlukan agar nilai rumah terbeli lebih besar dibandingkan saat menyewa rumah. Rata-rata nilai tipping point secara nasional adalah dua tahun. Akan tetapi, nilai tipping point di New York sebesar 5.8 tahun.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!